Bandara Sepinggan (Sepinggan International Airport) adalah bandara domestik dan internasional untuk Balikpapan, Kalimantan Timur. Bandara ini dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I dan dibuka pada tanggal 6 Agustus 1997. Bandara ini memiliki luas 300 hektare dan merupakan bandar udara ke-4 terbesar dari 13 bandara yang dikelola PT. Angkasa Pura I. Dengan posisi yang strategis dikawasan Indonesia
Bagian Tengah, maka diharapkan bandara ini dapat menjadi penghubung
kawasan Indonesia Bagian Barat dengan kawasan Indonesia Bagian Timur.
Dengan posisi yang strategis dan didukung oleh potensi alam Kalimantan Timur sehingga menjadi daya tarik bagi para pelaku bisnis dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keberadaan Bandar Udara Sepinggan
diharapkan akan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Kalimantan
Timur dan wilayah Kalimantan lainnya. Rencana pengembangan pada
lahan-lahan yang tersedia disekitar bandara ini terus dilaksanakan,
antara lain hotel transit, business center, pusat informasi investasi,
warehousing, meeting room, restoran dan mini market termasuk
pengembangan terminal penumpang dan perpanjangan landasan pacu (Runway).
Sedangkan pada lahan seluas 70.000 m2 disekitar pantai di selatan
Bandara Udara dapat pula dikembangakan menjadi lapangan golf, cotteges,
pantai wisata dan lain-lain.
Pembangunan Sepinggan telah dimulai sejak jaman penjajahan Belanda
sebelum waktu kemerdekaan Indonesia. Itu digunakan terutama untuk
kegiatan perusahaan minyak Belanda di daerah Balikpapan. Bandara ini
menjadi bandara publik dan komersial setelah pengelolaannya diserahkan
kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia pada
tahun 1960. Sepinggan akhirnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura I
(sekarang PT Angkasa Pura I) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP)
No.1 pada tanggal 9 Januari 1987.
Bandara Sepinggan telah direnovasi dua kali selama 1991 sampai 1997.
Fase pertama dimulai pada tahun 1991 dan berakhir pada tahun 1994, untuk
merenovasi taxy way, terminal penumpang dan kargo dan juga
memperpanjang landasan pacu. Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia
mengumumkan Sepinggan sebagai bandara kelima Indonesia embarkasi haji
untuk kalimantan (borneo) wilayah yang juga terdiri dari provinsi
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Fase kedua renovasi terjadi pada tahun 1996 untuk merenovasi hangars,
depot bahan bakar dan gedung administrasi. Fase kedua selesai dan
bandara akhirnya mulai era baru operasionalnya dengan bangunan baru dan
fasilitas pada tahun 1997.
Untuk mengantisipasi dan mengakomodasi pewasat yang lebih besar di
masa depan, rencananya pemerintah akan memperpanjang landasan pacu
menjadi 3100 meter.
| Maskapai | Tujuan | Terminal |
|---|---|---|
| AirAsia | Kuala Lumpur, Makassar | A |
| Airfast Indonesia | Sangatta | A |
| Batavia Air | Banjarmasin, Berau, Jakarta-Soetta, Surabaya, Yogyakarta | A |
| Citilink | Denpasar, Jakarta-Soetta, Makassar, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bandung (Mulai Maret 2013) | A |
| Garuda Indonesia | Jakarta-Soetta, Makassar, Singapore, Surabaya, Tarakan, Yogyakarta, Denpasar (Mulai 18 May 2013), Berau (Mulai 01 Agustus 2013), Banjarmasin (Mulai 01 Agustus 2013), Manado (Mulai 01 Agustus 2013) | A |
| Indonesia Air Transport | Bontang, Bandung (Mulai 01 Februari 2013) | A |
| Kalstar Aviation | Berau, Samarinda | A |
| Lion Air | Banjarmasin, Jakarta-Soetta, Makassar, Manado, Semarang, Surabaya, Bandung, Tarakan, Palu, Yogyakarta | B |
| MASwings | Kota Kinabalu, Kuching | A |
| Merpati Nusantara Airlines | Makassar | A |
| Pelita Air Service | Bontang | A |
| Silk Air | Singapore | A |
| Sriwijaya Air | Banjarmasin, Berau, Jakarta-Soetta, Makassar, Surabaya, Tarakan, Palu, Yogyakarta | A |
| Susi Air | Datah Dawai, Melak, Samarinda | A |
| Trigana Air Service | Banjarmasin, Berau | A |
Sumber :
www.balikpapanpos.co.id









0 komentar:
Posting Komentar